Prinsip Kepemimpinan Sun Tzu Kelima Yan

KetegasanYan Ketegasan
Prinsip ini mengharuskan seorang pemimpin untuk tegas, keras, dan disiplin! Ketegasan disini, lebih ditekankan pada tegaknya kedisiplinan militer. Ada kisah menarik saat prinsip Yan ini diterapkan oleh Sun Tzu.

Alkisah, setelah membaca Art of war tulisan Sun Tzu, Kaisar HoLu merasa sangat tertarik dan meminta Sun Tzu untuk mendemontrasikan.

Kaisar berkata “Apakah strategimu juga dapat diterapkan untuk para wanita?“
Sun Tzu menjawab : “Bisa baginda, asalkan paduka memberi wewenang penuh untuk melaksanakannya!”

Singkat cerita, Sun Tzu diberi wewenang penuh untuk melatih 180 wanita itu ke dalam
dua kelompok, dimana dua selir kesayangan kaisar masing-masing diberi kedudukan sebagai kepala kelompok. Kepada kedua barisan itu Sun Tzu memberikan instruksi terinci:
Begitu mendengar tanda bunyi genderang, maka mereka harus berbaris dan berjalan! Lantas, genderang sebagai aba-aba pun dibunyikan, tetapi semua wanita itu hanya senyum-senyum dan tertawa cekikikan, tanpa mengindahkan perintah. Kali ini Sun Tzu menerangkan kepada para wanita tersebut; jika pertama kali mencoba tetapi tidak bisa melakukan perintah, maka itu karena panglima yang kurang jelas perintahnya. Untuk itu ia menjelaskan sekali lagi aturan dan cara-cara baris yang mesti dilakukan begitu mendengar genderang. Dan sekali lagi, setelah pasukan siap, genderang segera dibunyikan.

Tetapi lagi-lagi para wanita itu hanya tertawa dan bercanda.

Kini, Sun Tzu menegaskan dengan lantang : Bila perintah sudah dijelaskan dan diulang oleh panglima, tetapi tetap tidak dilaksanakan, maka kesalahan tidak lagi ada pada panglima tetapi pada komandan lapangan. Dalam kasus ini, kedua komandan lapangan adalah dua orang selir kesayangan kaisar. Maka sebagai ganjarannya Sun Tzu memerintahkan untuk menghukum mati kedua selir tersebut.

Mendengar hal itu Kaisar Ho Lu mencegah Sun Tzu dan meminta agar kedua selir kesayangannya itu diampuni.

Akan tetapi Sun Tzu menolak permohonan kaisar. Katanya:

“Mohon maaf Baginda. Sebagai panglima tertinggi yang ditunjuk, saya harus tetap menjalankan prinsip hukum militer, dimana yang salah harus ditindak dengan tegas!”.

Setelah itu, Sun Tzu melanjutkan pelatihannya, dan kali ini semua instruksinya diikuti sehingga latihan berjalan tertib dan lancar. Setelah kejadian itu, kaisar merasa kehilangan selir yang disayangi. Tapi, dilain pihak, kaisar melihat bahwa ketegasan hukum militer yang dijalankan Sun Tzu bisa diterima dengan nalar.

Karena itu, akhirnya kaisar mengambil keputusan untuk benar-benar mengangkat Sun
Tzu sebagai panglima kerajaan.

Menerima amanah ini, Sun Tzu mampu mengembannya dengan sangat baik sehingga ia bisa meraih sukses yang maksimal. Ketegasan yang diterapkan Sun Tzu ini sesuai dengan prinsip reward and punishment dalam konsep manajemen modern.

Itulah Lima Prinsip Kepemimpinan Sun Tzu,
Ingin lebih banyak lagi tentang Filosofi Sun Tzu Klik Disini.

Oh iya,... Sudah terinspirasi belom ... ??? :D
SHARE

Tariq Kusuma

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Tariq Kusuma's Official Personal Blog