Belajar Dari Kesalahan

Di Amerika serikat ada seorang ilmuan yang bernama Dr. Robert, Dia sangat jenius dan telah berhasil menemukan temuan2 yang amat bermanfaat bagi manusia. Suati hari dia Dia diwawancarai oleh Mr. Hudson dari New York Times, berikut wawancaranya.

Reporter : "Saya Hudson, reporter dari Real Times, saya merasa terhormat bisa mewawancarai Dr. Robert, ilmuan yang membuat oenemuan hebat"
Ilmuan : "Apa... Apakah ini Microphone?"
Reporter : "Ya Pak. Saya rasa lebih baik jika dapat merekam wawancara ini daripada menulisnya "
Ilmuan : " Tetapi microphone ini membuatku takut, Aku merasa seperti sedang bersama polisi atau dalam pemeriksaan pengadilan, Jika microfon ini bentuknya kecil dan indah, seperti bunga, aku akan merasa lebih baik, atau bagaimana kalau seperti jagung atau seperti kon es krim "
Reporter : "Tetapi ini bukan saya yang membuat ...."
Ilmuan : " Itulah gunanya ilmuan untuk membuat sesuatu yang lebih baik"

Reporter : "Dr. Robert, Anda sudah banyak melakukan penelitian, jauh melebihi bayangan kami."
Ilmuan : " Itu artinya harus juga ada kegagalan."
Reporter : " Dapatkan Anda berbagi rahasia dengan kami, apa yang membuat Anda terus berkarya tanpa menyerah"
Ilmuan : " Ibukulah yang paling memengaruhiku."
Reperter : " hah? "
Ilmuan : " Waktu itu aku berumur 4 tahun, aku membuka kulkas untuk mengeluarkan susu ( dengan cara memegang badan dari botol susu tersebut )

Robert Kecil : " Aduh !"
( Botol itu lepas dari tangan Robert )
Byur, Byur
(Ibunya melihat kejadian itu )
Ibu : " Robert !"
aku takut ibuku akan marah padaku
Namun ibuku malah berkata
Ibu : "YA Tuhan. APa yang telah kaulakukan?, Ibu belum pernah melihat lautan susu seluas ini ( Ibuku berbicara dengan tenang dan lembut seperti biasanya
Sekarang karena sudah tumpah kau boleh bermain2 dengan susu ini.
Setelah itu, kita bersihkan lantainya."

KArena ibu mengatakan begitu, aku lalu menggambar peta dunia dan orang2an salju di atas susu, dan terus bermain dengannya.
Tak lama kemudian ibu berkata pada ku

Ibu : "Robert, kau tahu kan setelah bermain, kau harus membereskan semuanya dan mengembalikan barang2 ke tempat asalnya? Tapi bagaimana cara kita membersihkan susu ini? Apakah kita akan menggunakan spons? Lap? atau kain pel? MAna yang paling kau sukai?"
Aku berfikir sejenak
Robert KEcil : " Spons!"
IBu : " Bagaimana membersihkan susu dengan spons? "
Robert KEcil : " Spons akan mengisap susunya lalu kita memerasnya ke dalam ember
Ide yang bagus. Ibu akan menolongmu. Kita Mulai sekarang".
Robert : " Siap bu.!"
Lalu lantai menjadi bersih berkilau
Ibu berkata : "Tetap seperti yang kau bilang, caranya mudah"

Lalu aku diajak bermain di belakang kebun oleh ibu.

Robert Kecil : " Ada apa ibu?"
Ibu : " Cuman satu hal, Kau gagal mengangkat botol besar susu dengan tangan kecilmu
Bagaimana kalau kau mencoba lagi mengangkat botol berisi air.?"

Lalu aku mencoba cara2 mengangkat botol air

IBu : "Jadi kamu tahu bagaimana memindahkan botol tanpa menjatuhkan dan memecahkannya.?"
Robert Kecil : " Ya...!!"

Ilmuan : "Setelah itu, aku belajar bahwa kita dapat memindahkan botol itu dengan aman, jika memegang leher botolnya. Itu mirip eksperimen ilmiah kan?,-- Pengalam tadi mengajariku bahwa aku tidak perlu takut menghadapi kegagalan.

Selesai.

Hanya ada dua warisan abadi yang bisa diberikan orangtuan kepada anaknya: Yang satu adalah akar, dan yang lainnya adalah sayap
Hodding Carter
Rekan Penulis Chicken Soup for the Parent's soul

Kasih ibu adalah bahan bakar yang memungkinkan manusia biasa melakukan hal yang luar biasa.

Merion C. Garrentty
Chicken Soup for the Mother Soul I

Semoga Bermanfaat, Temukan Inspirasi Lainnya, klik disini.
Bila Anda Merasa Artikel ini bermanfaat, silahkan Download disini, agar Anda bisa membacanya tanpa harus Online
SHARE

Tariq Kusuma

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Tariq Kusuma's Official Personal Blog