Pidato Kontroversial SBY

Di taman tengah Istana ba'da shalat jum'at pada pukul 14.00, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi a.l. oleh Menko Polkam Widodo AS, Panglima TNI Djoko Santoso, petinggi masing-masing angkatan, Kapolri Bambang Hindarso Danuri, Kepala BIN Syamsir Siregar, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menkominfo M. Nuh, Jubir Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, staf ahli Presiden bidang hukum Denny Indrayana, serta sejumlah pejabat lainnya, menyampaikan pidatonya.
Sumber : http://web.bisnis.com/

Assalamu alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillahirabbil 'Alamiin

Saudara-saudara, Rakyat Indonesia yang saya cintai di manapun saudara berada. Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita, terjadi lagi serangan atau pemboman yang dilakukan oleh kaum teroris di Jakarta.

Aksi teror ini diperkirakan dilakukan kelompok teroris, meski belum tentu jaringan terorisme yang kita kenal selama ini... , terjadi di bumi Indonesia yang menimbulkan derita dan kesulitan yang dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia.

Aksi yang tidak berprikemanusiaan ini juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka bagi mereka yang tidak berdosa. Oleh karena itu pada kesempatan ini atas nama negara dan pemerintah dan selaku pribadi kepada para keluarga yang berduka, saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.

Semoga saudara kita yang menjadi korban, hidup tenang di sisi Yang Maha Kuasa.

Saudara-saudara,

Aksi pengeboman yang keji dan tidak berperikemanusiaan ini serta tidak bertanggung jawab ini terjadi ketika baru saja bangsa Indonesia melakukan pemungutan suara dalam rangka Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan ketika KPU sedang menghitung hasil pemungutan suara itu.

Kejadian ini yang sangat merusak keamanan dan kedamaian di negeri ini, juga terjadi ketika rakyat sungguh menginginkan suasana yang tetap aman, tenang dan damai. Dan justru rakyat ingin agar dengan selesainya Pemilihan umum 2009 ini kita semua segera bersatu, membangun kembali negara kita untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Terus terang juga aksi pemboman ini terjadi ketika rakyat merasa prihatin atas kegaduhan politik di tingkat elit disertai, sebagaimana yang saya ikuti tiap hari, ucapan-ucapan bernada menghasut dan terus memelihara suhu yang panas dan penuh permusuhan, yang itu sesungguhnya bukan menjadi harapan rakyat, setelah semua melaksanakan kewajiban demokrasinya beberapa saat yang lalu.

Saudara-saudara,

Saya yakin hampir semua di antara kita merasakan prihatin, berduka, dan menangis dalam hati seperti yang saya rasakan. Memang ada segelintir orang di negeri ini yang sekarang tertawa puas, bersorak dalam hati disertai nafsu amarah dan keangkaramurkaan.

Mereka segelintir orang itu tidak memiliki rasa kemanusiaan dan tidak peduli kehancuran negara kita akibat aksi teror ini, yang dampaknya luas bagi ekonomi kita, iklim usaha kita, kepariwisataan kita, citra dunia, dimata dunia dan lain-lain lagi.

Saat ini di samping kita, pemerintah menjalankan kegiatan tanggap darurat untuk merawat saudara-saudara kita yang menjadi korban dalam aksi pemboman ini, investigasi juga tengah dilakukan. Saya telah menerima laporan awal dari investigasi yang sedang berlangsung ini.

Setelah saya menerima laporan awal, saya telah menginstruksikan kepada Polri, BIN dan lembaga-lembaga lain terkait untuk melakukan investigasi secara cepat dan menyeluruh serta mengadili pelaku-pelakunya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Saya yakin sebagaimana yang dapat kita ungkapkan di waktu yang lalu, para pelaku dan mereka-mereka yang menggerakkan aksi terorisme ini akan kita tangkap dan kita adili secara hukum. Saya juga menginstruksikan kepada para penegak hukum untuk juga mengadili siapa saja yang terlibat dalam aksi terorisme ini, siapapun dia, apapun status dan latar belakang politiknya.

Pagi ini saya mendapat banyak sekali pertanyaan atau saudara-saudara yang mengingatkan kepada saya, yang berteori paling tidak mencemaskan kalau aksi teror ini berkaitan dengan hasil pemilihan presiden sekarang ini.

Saya meresponsnya sebagai berikut, bahwa kita tidak boleh main tuding dan main duga begitu saja. Semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan secara hukum. Negara kita adalah negara hukum dan juga negara demokrasi.

Oleh karena itu, norma hukum dan norma demokrasi harus betul-betul kita tegakkan. Bila seseorang bisa dibuktikan bersalah secara hukum baru kita mengatakan yang bersangkutan bersalah.

Saya lanjutkan...

Saya harus mengatakan untuk pertama kalinya kepada rakyat Indonesia, bahwa dalam rangkaian Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden serta Wakil Presiden tahun 2009 ini memang ada sejumlah intelijen yang dikumpulkan oleh pihak yang berwenang.

Sekali lagi ini memang tidak pernah kita buka kepada umum, kepada publik, meski kita terus pantau. Ada kegiatan kelompok teroris yang berlatih menembak, dengan foto saya, foto SBY dijadikan sasaran. Saya tunjukkan... (Presiden lalu menunjukkan sejumlah foto), ada rekaman videonya. Ini latihan mereka yang berlatih menembak. Dua orang menembak pistol.

Ini sasarannya, dan ini foto saya dengan perkenaan tembakan di wilayah muka saya dan banyak lagi. Ini intelijen, ada rekaman videonya, ada gambarnya. Bukan fitnah, bukan isu. Saya mendapatkan laporan ini beberapa saat lalu.

Masih berkaitan dengan intelijen diketahui ada rencana untuk melakukan kekerasan dan tindakan melawan hukum, berkaitan dengan Pemilu. Ada pula rencana untuk pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil penghitungan pemungutan suara diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang, ada pernyataan akan kita bikin Indonesia seperti Iran, dan yang terakhir, ada pernyataan juga bagaimana pun SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Saudara bisa menafsirkan apa arti ancaman seperti itu. Dan puluhan intelijen lain yang sekarang ada di pihak yang berwenang.

Tadi pagi, terus terang, sebagaimana kebiasaan saya, saya ingin langsung ke lokasi, tetapi Kapolri bilang dan semua pihak menyarankan jangan dulu, karena memang belum steril, masih dibersikhkan, masih disisir, ancaman setiap saat bisa datang, apalagi dengan contoh yang saya sampaikan tadi, ancaman fisik.

Tetapi tentu hidup dan mati di tangan Allah SWT. Saya tidak boleh terhalang untuk menjalankan tugas saya, untuk rakyat, untuk negara ini. Dan karena pengamanan presiden ada di pundak TNI, saya yakin TNI telah mengambil langkah-langkah seperlunya.

Terhadap semua intelejen itu saudara-saudara, apakah terkait dengan aksi pemboman hari ini atau tidak terkait, saya menginstruksikan kepada semua jajaran penegak hukum untuk jalankan tugasnya dengan benar, objektif, tegas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Andaikata tidak terkait, ancaman-ancaman yang tadi itu dengan aksi pemboman hari ini tetaplah harus dicegah, harus dihentikan. Karena anarki, tindakan kerusakan, pengrusakan, tindakan melawan hukum, bukan karakter demokrasi.

Atas semuanya ini saya selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan mengutuk keras aksi teror yang keji ini. Saya juga sangat prihatin dengan kejadian ini. Barangkali kalau dalam keadaan seperti ini banyak diantara kita yang kurang berani menyampaikan kecaman dan kutukannya, barangkali karena pertimbangan politik. Saya dengan bahasa terang harus menyampaikan seperti itu karena demikian amanah saya sebagai kepala negara.

Mengapa saya sangat prihatin? Pertama, saudara tahu lima tahun terakhir ini ekonomi kita tumbuh dengan baik. Dunia usaha, kepariwisataan, swasembada pangan, investasi, perdagangan, sektor riil, semuanya bergerak, meski kita menghadapi krisis global yang datang silih berganti. Kedua, satu minggu ini saja nilai saham menguat tajam, nilai tukar juga menguat.

Dengan ekonomi yang terus tumbuh, kesejahteraan rakyat kita sesungguhnya secara bertahap juga terus meningkat. Termasuk dapat dilaksanakannya program-program penanggulangan kemiskinan, program pro rakyat, semua itu terjadi karena tahun-tahun terakhir ini negara kita benar-benar aman dan damai, sehingga disamping ekonomi tumbuh rakyat kita di seluruh pelosok tanah air bisa bekerja bisa menjalani kehidupan sehari-harinya dengan tenang.

Sementara itu citra kita di mata dunia tahun-tahun terakhir ini juga meningkat karena dunia menilai negara kita makin aman, damai, negara kita memiliki kehidupan demokrasi yang makin mekar, serta penghormatan HAM yang makin baik, negara yang ekonominya tumbuh, dan berperan dalam percaturan global, bahkan yang sangat memilukan, sebenarnya kalau tidak ada kejadian ini, klub sepakbola terkenal di dunia, Manchester United, berencana untuk bermain di Jakarta. (Yudhoyono kemudian terdiam lama karena menunggu pesawat selesai melintas di atas Istana)

Saudara-saudara dengan aksi teror yang keji dan tidak bertanggung jawab ini, apa yang kita bangun hampir lima tahun ini oleh kerja keras dan tetesan keringat seluruh rakyat Indonesia, lagi-lagi harus mengalami guncangan dan kemunduran, dampak buruknya harus dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia, minus mereka yang melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab itu. Karena itu kebenaran dan keadilan serta tegaknya hukum harus diwujudkan.

Saya bersumpah demi rakyat Indonesia yang sangat saya cintai, negara dan pemerintah akan melaksanakan tindakan yang tegas, tepat dan benar terhadap pelaku pemboman, berikut otak dan penggeraknya, ataupun kejahatan lain. Kepada Polri, TNI, BIN, termasuk bupati dan walikota kita harus tingkatkan kewaspadaan, mencegah teror.

Pelaku penegak hukum harus bisa menangkap, mengadili para pelaku otak di balik kekerasan ini. Barangkali ada di antara kita yang dulu melakukan kejahatan membunuh, menghilangkan orang, dan para pelaku itu lolos dari jeratan hukum. Kali ini negara tidak boleh mendiamkan, mereka yang jadi drakula dan penebar maut bagi negara.

Saya tahu dalam lima tahun ini, aparat Polri telah berhasil menggagalkan berbagai aksi terorisme, membongkar jaringan, meski hari ini lolos hingga terjadi musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik bangsa dan negara kita.

Agar tugas mencegah dan memberantas terorisme dan kejahatan yang lain, intelijen harus benar-benar tajam, pencegahan harus benar-benar efektif. Polri, BIN harus bersinergi. Sikap lengah dan anggap ringan harus kita buang jauh-jauh. Ini amanah rakyat kepada negara.

Kepada rakyat Indonesia seraya meningkatkan kewaspadaan, tetaplah jalankan profesi dan pekerjaan secara normal. Jika ada keganjilan, segera lapor ke Polri. Jangan biarkan teroris dan otaknya berkeliaran di sekeliling kita. Saudara bisa jadi korban kalau teroris dibiarkan merancang terornya.

Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk lebih bersatu dan menjaga keamanan di negeri ini. Bangsa apapun, kita tidak membenarkan terorisme apapun motif dan alasannya. Jangan ragu, jangan takut mencegah terorisme.

Aksi teror yang terjadi juga menghalang-halangi semangat dan upaya kita untuk membangun negara ini. Kita terus melalui penegakan HAM, hukum, pembangunan. Memang ada kerusakan akibat teror hari ini, mari kita perbaiki.

Kita bangsa, rakyat, tidak boleh kalah dan menyerah kepada terorisme, tidak boleh membiarkan kejahatan, terorisme untuk tumbuh di negara ini.

Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, akan melindungi rakyat Indonesia. Dengan memohon ridha Allah, saya akan terus berada di depan untuk menghadapi ancaman dan tantangan ini untuk mengemban tugas yang berat dan mulia ini.

Wassalamu 'Alaikum Wr. Wb.

Seorang wartawan asing mencoba bertanya, namun Presiden mengatakan: 'No Q and A' sambil meninggalkan podium. (trd)

Ini dia Videonya :



SHARE

Tariq Kusuma

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Tariq Kusuma's Official Personal Blog