Wikileaks: AS Pertahankan Rezim Bengis Karimov - Uzbekistan


TASHKENT (Arrahmah.com) - Negara pecahan Uni Soviet, Uzbekisan, dikenal sebagai salah satu negara paling mengerikan di dunia karena korupsinya yang merajalela, kejahatan yang terorganisasi, tenaga kerja yang diupah sangat murah, serta penguasanya yang bertangan besi dan bengis.

Mendukung hal ini, beberapa waktu lalu, dalam salah satu isi telegram yang dibocorkan Wikileaks, satu lagi rahasia AS dibongkar. AS sengaja tetap menempatkan Islam Karimov sebagai presiden di Uzbekistan karena dengan jalan itulah AS bisa tetap mempertahankan jalur pengiriman kebutuhan militer AS ke Afghanistan, yang disebut dengan jaringan distribusi utara (NDN).

Selain itu, dalam telegram tersebut banyak dokumen yang menunjukkan perilaku putri Karimov, Gulnara, yang gemar berfoya-foya dan sangat kontroversial. Wikileaks menggambarkannya sebagai salah satu sosok yang paling dibenci di negara tersebut.

Duta Besar Inggris di Tashkent, Rupert Joy, dikritik oleh kelompok hak asasi manusia pada bulan Oktober ketika ia membantu meningkatkan citra Gulnara dengan menampilkannya sebagai salah satu ikon pada sebuah acara fashion show.

Telegram rahasia AS pun pernah presiden diktator Karimov pernah marah besar karena menteri luar negeri AS, Hillary Clinton, memberikan penghargaan di Washington pada juru kampanye HAM Uzbek, Mutabar Tadjibayeva.

Ketidaksenangan Karimov itu disampaikan dalam nada dingin yang sempat membuat AS kelimpungan dan khawatir.

"Kami memiliki sejumlah isu penting di sekarang, termasuk kerangka transit Afghanistan (NDN)," ancam Karimov.

Pada tanggal 18 Maret 2009, duta besar AS, Richard Norland, menyatakan ungkapan Karimov itu merupakan "ancaman implisit untuk menangguhkan transit kargo bagi pasukan AS di Afghanistan melalui jaringan distribusi utara". Namun tak lama kemudian, Norland mengklaim telah berhasil menenangkan Karimov.

Sementara itu, telegram rahasia tersebut pun menyatakan bahwa kedutaan besar AS mengakui ada hubungan erat antara kejahatan terorganisir yang terjadi di Uzbekistan (terutama yang menimpa sejumlah aktivis yang menentang rezim Karimov) dengan pemerintah Uzbekistan sendiri. Menurut kedutaan AS, pemerintah telah 'membeli' semua sektor, publik dan swasta, agar semakin mudah untuk memberlakukan kebijakan tangan besinya, secara rahasia maupun terang-terangan. (althaf/arrahmah.com)

Source: Ar Rahmah [dot] com


Blog REview Film dan Buku by Tariq Kusuma Toriq[dot]web[dot]id
SHARE

Tariq Kusuma

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Tariq Kusuma's Official Personal Blog