Memo CIA Dibocorkan Wikileaks

Metrotvnews.com, Jakarta: Situs internet yang kerap membeberkan informasi rahasia, Wikileaks telah menerbitkan memo CIA yang membahas implikasi AS dipandang sebagai "eksportir terorisme".

Laporan tiga halaman Februari 2010 mengatakan keterlibatan perorangan yang bermukim di AS dalam terorisme ''bukan fenomena baru''.

Memo itu memuat beberapa kasus tuduhan tindak terorisme oleh penduduk AS.

Seorang pejabat mengecilkan arti berkas laporan yang berasal satuan di CIA yang dinamai Red Cell. Dia menyatakan bocoran itu ''bukanlah blockbuster paper [dokumen sangat penting]".

Red Cell didirikan pasca serangan 9/11 dengan tugas menyodorkan pendekatan ''out-of-the-box'' (kreatif) dan ''menghasilkan memo yang memacu pemikiran bukannya menyodorkan taksiran autoritatif,'' kata situs internet CIA.

Juru bicara CIA George Little mengatakan: "Produk analitis semacam - yang jelas-jelas diidentifikasi berasal dari 'Red Cell'' CIA - dirancang hanya untuk memacu pemikiran dan menyuguhkan pandangan yang berbeda.''

Laporan, yang menyoroti serangan oleh teroris Irlandia-Amerika, Muslim dan Yahudi yang berbasis di AS atau didanai AS, mempertanyakan bagaimana persepsi luar negeri terhadap Amerika Serikat bisa berubah terkait dengan serangan yang terus dilancarkan.

''Banyak perhatian akhir-akhir ini dicurahkan ke semakin banyaknya insiden teroris Islam yang berkembang di dalam Amerika melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran AS, khususnya di tanah air. Perhatian kurang diberikan terorisme dalam negeri, tidak hanya teroris muslim, yang diekspor ke luar negeri untuk menyasar warga non-AS,'' kata laporan yang telah dimuat di Wikileaks.

Memo berjudul What If Foreigners See the United States as an 'Exporter of Terrorism'? menyimpulkan jika AS dipandang negara-negara lain sebagai ''eksportir terorisme'', negara-negara tersebut mungkin menjadi kurang bersedia untuk bekerjasa sama dengan AS dalam penahanan, penyerahan dan interogasi tersangka di masa depan.

Wikileaks pada 23 Juli menerbitkan 76.000 berkas catatan militer AS yang memperinci aksi militer di Afghanistan, dan langkah pengelola situs internet tersebut dicap pihak berwenang AS sangat tidak bertanggungjawab.

Wikileaks kini menyatakan akan merilis 15.000 dokumen sensitif lain, begitu situs tersebut merampungkan kajian untuk menekan risiko pembeberan berkas-berkas tersebut bisa membahayakan keselamatan nyawa orang. (BBC/MI/RIZ)
Blog REview Film dan Buku by Tariq Kusuma Toriq[dot]web[dot]id
SHARE

Tariq Kusuma

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Tariq Kusuma's Official Personal Blog